POS KOMANDO KARHUTLA BARITO UTARA-Pemkab Barito Utara melalui BPBD setempat mendirikan Posko Tanggap Darurat Karhutla. Posko tanggap karhutla ini melibatkan 70 orang yakni KPHP Barito Tengah, KPHP Barito Hulu, Manggala Agni, BPBD, Disdamkarmat, TNI dan Polri, Senin (28/9/2026).(foto:kaltengsatu) KALTENGSATU, Muara Teweh - Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Barito Utara terus memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah setempat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara, HM Iksan, saat memimpin apel Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla di halaman Kantor BPBD Barito Utara, Senin (28/9/2026).
HM Iksan mengatakan, Pos Komando tersebut melibatkan sejumlah unsur terkait, yakni KPHP Barito Tengah, KPHP Barito Hulu, Manggala Agni, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), TNI, serta Polri. “Kurang lebih ada 70 orang yang terlibat dan dibagi menjadi lima grup,” kata HM Iksan.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana karhutla secara terpadu. Karena itu, seluruh personel diingatkan untuk terus meningkatkan kemampuan dan belajar dari setiap pelaksanaan tugas di lapangan.
Ia juga meminta seluruh pihak menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjaga koordinasi agar penanganan bencana dapat berjalan dengan baik. “Teruslah kita belajar, terus meningkatkan kemampuan kita, sehingga pelaksanaan tugas ke depan dapat berjalan dengan baik. Kita semua berharap bencana yang terjadi dapat segera berlalu dan kondisi kembali normal,” ujarnya.
Selain kesiapsiagaan dan kemampuan teknis, HM Iksan mengingatkan personel agar menjadikan tugas kemanusiaan tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Yang tidak kalah penting, di sana ada nilai-nilai kebaikan. Jadi mari kita berangkat dari niat kita bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk menolong sesama manusia, memberikan kemudahan, menjaga kesehatan dan menjaga ketertiban bersama,” katanya.
Ia menegaskan, penanganan bencana tidak hanya merupakan kewajiban kedinasan, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan dan ibadah. “Jadi bukan sekadar tugas yang kita laksanakan, tetapi ada nilai di dalamnya. Ini menjadi investasi kita, dunia dan akhirat, yang bersama-sama kita niatkan. Kita niat beribadah. Di sana ada nilai-nilai ibadah,” tegasnya.
HM Iksan meyakini setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus akan mendapatkan balasan dari Tuhan. “Saya yakin Allah tidak akan membiarkan kita semua yang berbuat kebaikan. Mudah-mudahan nanti semuanya bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya.(kh3)